MORR-NING SPECIAL EDITION
•
January 27, 2026
•
18 views
Special Edition : Raja Ampat | Marketing untuk Provinsi Raja Ampat
by Morr-ning Editors
Banyak pemimpin bisnis memisahkan alam dari strategi, seolah keduanya tidak saling terkait. Pertanyaannya: apa konsekuensinya jika kita memperlakukan tempat luar biasa seperti Raja Ampat hanya sebagai destinasi, bukan sebagai cermin cara kita memandang nilai, waktu, dan tanggung jawab?
Episode ini adalah percakapan bergaya podcast yang tenang tentang Raja Ampat—bukan sebagai objek wisata, melainkan sebagai konteks untuk memahami kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan cara institusi memaknai keberlanjutan. Ini bukan pembahasan itinerary, resort, atau tips perjalanan. Ini adalah diskusi institusional tentang bagaimana alam, budaya, dan waktu panjang membentuk kualitas keputusan manusia.
Diskusi ini mengupas:
1. Mengapa banyak organisasi mengejar pertumbuhan tanpa memahami konteks tempat dan dampaknya, hingga nilai yang dibangun menjadi rapuh.
2. Bagaimana keindahan dan kelimpahan sering disalahartikan sebagai sumber yang tak terbatas, memicu keputusan jangka pendek yang mahal di kemudian hari.
3. Perbedaan antara menikmati hasil hari ini dan menjaga warisan untuk generasi berikutnya.
4. Ketika kepemimpinan gagal membaca sinyal alam dan komunitas, bukan karena kurang data, tetapi karena cara berpikir yang terpisah dari realitas.
5. Bagaimana keputusan yang terasa kecil dan “tidak strategis” dapat menentukan keberlanjutan sebuah institusi dalam horizon panjang.
Di satu titik, percakapan ini mengajak kita bercermin: apakah cara kita mengambil keputusan hari ini mencerminkan rasa hormat pada waktu dan konteks—atau justru mengabaikannya?
Video ini ditujukan bagi pemilik perusahaan, founder, investor, dan eksekutif senior yang memandang bisnis dan kepemimpinan dalam horizon jangka panjang—multi-year hingga generasional—dan memahami bahwa institusi yang kuat lahir dari cara berpikir yang utuh.
📌 Institutions are built by decisions that outlive their makers.
Episode ini adalah percakapan bergaya podcast yang tenang tentang Raja Ampat—bukan sebagai objek wisata, melainkan sebagai konteks untuk memahami kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan cara institusi memaknai keberlanjutan. Ini bukan pembahasan itinerary, resort, atau tips perjalanan. Ini adalah diskusi institusional tentang bagaimana alam, budaya, dan waktu panjang membentuk kualitas keputusan manusia.
Diskusi ini mengupas:
1. Mengapa banyak organisasi mengejar pertumbuhan tanpa memahami konteks tempat dan dampaknya, hingga nilai yang dibangun menjadi rapuh.
2. Bagaimana keindahan dan kelimpahan sering disalahartikan sebagai sumber yang tak terbatas, memicu keputusan jangka pendek yang mahal di kemudian hari.
3. Perbedaan antara menikmati hasil hari ini dan menjaga warisan untuk generasi berikutnya.
4. Ketika kepemimpinan gagal membaca sinyal alam dan komunitas, bukan karena kurang data, tetapi karena cara berpikir yang terpisah dari realitas.
5. Bagaimana keputusan yang terasa kecil dan “tidak strategis” dapat menentukan keberlanjutan sebuah institusi dalam horizon panjang.
Di satu titik, percakapan ini mengajak kita bercermin: apakah cara kita mengambil keputusan hari ini mencerminkan rasa hormat pada waktu dan konteks—atau justru mengabaikannya?
Video ini ditujukan bagi pemilik perusahaan, founder, investor, dan eksekutif senior yang memandang bisnis dan kepemimpinan dalam horizon jangka panjang—multi-year hingga generasional—dan memahami bahwa institusi yang kuat lahir dari cara berpikir yang utuh.
📌 Institutions are built by decisions that outlive their makers.